T: Menurut kamu, apa yang paling menarik dari perkembangan film Indonesia belakangan ini? Apakah ada perubahan atau keberanian baru dari sineas kita?
J: Contoh yang paling menarik menurutku mungkin "Pertiwi" dan "Laut Bercerita." Dua film itu fresh banget dan cukup vokal dalam membicarakan isu-isu yang relevan.
Menurutku, orang-orang yang menontonnya harus bisa marah karena memang hal-hal yang bobrok secara sistemik itu mungkin tidak bisa diselesaikan dengan cara yang sistemik mungkin.
T: Menurut kamu, apa yang masih perlu diperkuat agar film Indonesia tidak hanya dikenal di Asia, tetapi juga lebih luas lagi?
J: Kalau kita berbicara tentang festival, festival tidak bisa sepenuhnya menjadi tulang punggung untuk memperkenalkan film Indonesia.
Menurutku, kita harus mulai dari audiens lokal kita sendiri. Kalian menonton tidak kalau ada film Indonesia yang dirilis? Itu dulu. Dari sana, pasti bisa berkembang. Kalau kita sendiri sebagai orang Indonesia menonton film Indonesia, you know what you have in your country. Kamu bisa merekomendasikannya kepada teman-teman, itu juga berhasil.
Jadi, tidak harus selalu melalui label festival internasional yang sangat fancy, gala, dan macam-macam.
Tapi tentu saja, kalau mau berbicara tentang industri, pasar, dan hal-hal yang perputarannya berada di area kapital, festival adalah salah satu jalannya.