Hasil penelitian menunjukkan perbedaan risiko kejadian kardiovaskular tim redaksi kedua kelompok.

Dalam satu tahun pertama pengamatan, 1 persen atau 178 orang dari kelompok xanthelasma mengalami serangan jantung. Pada kelompok kontrol, angkanya mencapai 0,35 persen atau 63 orang.

Untuk stroke, kelompok xanthelasma mencatat angka 0,95 persen, sedangkan kelompok kontrol 0,3 persen.

Sementara itu, transient ischemic attack (TIA) atau "mini-stroke" terjadi pada 0,6 persen kelompok xanthelasma dan 0,19 persen kelompok kontrol.

Meski persentase kejadiannya tergolong rendah, kelompok dengan xanthelasma menunjukkan risiko beberapa kali lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.

Perbedaan risiko kedua kelompok memang sedikit menyempit seiring waktu. Namun, peneliti masih menemukan risiko yang jauh lebih tinggi pada kelompok xanthelasma hingga tahun kelima dan kesepuluh pengamatan.

"Xanthelasma dikaitkan dengan kejadian MACCEs jangka pendek dan jangka panjang yang lebih tinggi hingga 10 tahun, yang menyoroti nilainya sebagai penanda klinis untuk stratifikasi risiko kardio-serebrovaskular dan penatalaksanaan preventif," tulis para peneliti.

Peneliti juga menemukan tingkat kejadian kardiovaskular yang serupa pada kelompok xanthelasma, baik pada orang dengan kadar lemak darah tidak normal maupun mereka yang tidak mengalaminya.

Temuan tersebut menunjukkan kadar lemak darah yang tinggi kemungkinan bukan satu-satunya faktor yang berkaitan dengan peningkatan risiko kardiovaskular pada orang dengan xanthelasma.