Bercak pucat dan sedikit menonjol yang menjadi ciri xanthelasma memang tidak membahayakan kesehatan mata secara langsung. Namun, temuan penelitian tersebut menambah bukti bahwa kondisi itu dapat menjadi penanda masalah kesehatan lain, termasuk risiko kardiovaskular pada masa mendatang.

"Studi kami menunjukkan bahwa xanthelasma dapat dianggap sebagai faktor risiko MACCEs di masa depan," tulis para peneliti.

"Sebagian besar pasien dengan xanthelasma menemui dokter kulit karena alasan kosmetik, padahal mereka mungkin memiliki faktor risiko kardiovaskular yang belum terdiagnosis atau tidak terkontrol yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko ini."

Peneliti tidak menemukan indikasi bahwa xanthelasma secara langsung menyebabkan serangan jantung atau stroke. Namun, keberadaan bercak tersebut dapat menjadi alasan bagi seseorang untuk menjalani pemeriksaan guna mendeteksi masalah kesehatan jantung lebih dini.

Dokter juga relatif mudah mengenali xanthelasma. Karena itu, bercak tersebut berpotensi menjadi tanda peringatan yang mendorong seseorang melakukan perubahan gaya hidup atau menjalani pengobatan lebih awal sebelum mengalami MACCEs.

Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memahami alasan orang dengan xanthelasma memiliki risiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi. Temuan tersebut diharapkan dapat membantu peneliti mengungkap mekanisme yang mendasari hubungan tersebut.

"Pemantauan dan penatalaksanaan secara rutin oleh dokter layanan primer dapat membantu menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti perubahan gaya hidup, terapi agen antilipemik, dan pengendalian hipertensi (tekanan darah tinggi)," tulis para peneliti.

"Oleh karena itu, temuan studi kami menyoroti pentingnya mengevaluasi pasien dengan xanthelasma pada tahap awal untuk mengidentifikasi dan mengendalikan kondisi sistemik yang mendasarinya, sehingga membantu mencegah potensi kejadian kardio-serebrovaskular."

Baca berita selengkapnya di NadiKabar.