Kolaborasi ini melibatkan pemerintah, industri, dan institusi pendidikan untuk memperluas jangkauan edukasi mengenai berbagai risiko di ruang digital, termasuk judol, penipuan daring (scam), rekayasa sosial, penyalahgunaan data pribadi, serta penyalahgunaan layanan keuangan.
Materi edukasi keamanan digital tersebut juga disebarluaskan melalui platform pengembangan keterampilan bagi mitra pengemudi dan mitra usaha.
Sepanjang 2025, platform tersebut telah diakses oleh lebih dari 1,15 juta mitra pengemudi dan turut mendukung program pengembangan kapasitas mitra, termasuk melalui perluasan akses beasiswa pendidikan tinggi bagi mitra pengemudi dan mitra usaha di Universitas Terbuka.
Peserta akan mempelajari cara mengenali modus rekayasa sosial, scam, dan judol. Mereka juga mendapatkan panduan untuk melindungi data pribadi serta keamanan akun keuangan digital, hingga mempelajari cara melaporkan akun atau aktivitas yang terindikasi judi online melalui kanal pelaporan yang tersedia.
Dari 4,1 juta konten perjudian yang telah ditangani pemerintah, sebanyak 3,6 juta di antaranya berupa situs dan alamat IP yang dapat diputus aksesnya. Namun, penindakan tersebut menghadapi tantangan karena konten perjudian terus bermunculan melalui situs, akun, maupun berbagai kanal digital lainnya.