NADIKABAR.COM — Jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertambah dan mencapai 33,55 juta pada Oktober 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penambahan sebanyak 1,38 juta investor hanya dalam satu bulan.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, jumlah investor tersebut tumbuh 64,75% sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD).

"Penambahan investor tercatat sebanyak 1,38 juta di Oktober 2026 secara month to month (MtM). Sehingga total investor telah mencapai angka 33,55 juta atau tumbuh signifikan 64,75% secara YTD," kata Hasan dalam konferensi pers RDK Bulanan OJK, Kamis (5/11/2026).

Pertumbuhan jumlah investor terjadi di tengah tekanan pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat terkoreksi 16,7% secara bulanan pada Oktober 2026, dengan investor asing membukukan jual bersih (net sell) Rp 16,88 triliun.

"Pengumuman MSCI atas proposal konsultasi reklasifikasi status Indonesia turut mempengaruhi dinamika pergerakan pasar modal dalam negeri pada periode laporan. IHSG ditutup di level. 5.057,05 per akhir oktober 2026 atau terkoreksi 16,7% secara MtM, dengan investor asing membukukan net sell Rp 16,88 triliun," tuturnya.

Meski demikian, aktivitas perdagangan saham justru meningkat dengan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp 16,31 triliun. Angka tersebut naik dibandingkan September 2026 sebesar Rp 14,94 triliun.