NADIKABAR.COM — Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat bersilaturahmi dengan jajaran DPRD Provinsi Riau. Dalam pertemuan tersebut, Kapolda menyampaikan sejumlah komitmennya, antara lain meneruskan program Green Policing.
Hal itu disampaikan oleh Irjen Arman di hadapan Ketua DPRD Riau Kaderismanto dan para ketua fraksi di Gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (19/10/2026). Mengawali sambutannya, Kapolda memperkenalkan diri dan berharap pertemuan tersebut memperkuat sinergi antara Polda Riau dan DPRD Riau yang selama ini telah terjalin.
"Saya menyadari bahwa pergantian pimpinan membawa berbagai dinamika dan tantangan. Namun, saya berkomitmen untuk melanjutkan serta mempertahankan program-program positif yang telah dibangun oleh Kapolda sebelumnya, khususnya program Green Policing dan Dashboard Lancang Kuning," kata Irjen Arman.
Green Policing merupakan program yang diinisiasi Polda Riau di masa kepemimpinan Komjen Herry Heryawan yang saat ini menjabat sebagai Kabaharkam Polri. Irjen Arman menilai program tersebut merupakan sebuah pendekatan kepolisian yang tidak hanya fokus terhadap keamanan masyarakat, tetapi juga lingkungan.
Ia menyadari, Polda Riau dihadapkan dengan tantangan persoalan masalah lingkungan hidup, salah satunya adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Program Lancang Kuning menjadi instrumen penting dalam memantau titik panas (hotspot) dan penanganan kebakaran hutan dan lahan. Sementara itu, Green Policing merupakan upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui pencegahan karhutla, penghijauan, penanaman pohon, serta pelibatan masyarakat. Program-program tersebut harus terus dikembangkan agar manfaatnya dirasakan secara nyata," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda juga menekankan bahwa Polri akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat, sejalan dengan visi 'Polisi Bersama Masyarakat'. Ia juga menyampaikan pihaknya terbuka menerima segala aspirasi dan keluhan masyarakat.
"Oleh karena itu, saya mendorong seluruh jajaran untuk mengutamakan pelayanan, pencegahan, dan pengayoman, serta membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan yang profesional dan humanis," imbuhnya.
Dalam upaya menjaga stabilitas, Polda Riau juga memantau persoalan antrean bahan bakar minyak (BBM), aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI), serta berbagai persoalan sosial dan ekonomi lainnya.
"Kami terbuka untuk berkoordinasi dengan DPRD dan pemerintah daerah dalam mencari solusi yang tepat, sesuai ketentuan hukum, serta tetap memperhatikan kepentingan masyarakat," tuturnya.
Irjen Arman juga menyampaikan komitmennya dalam penanganan peredaran narkoba. Sebagai langkah nyata, Kapolda menyampaikan pihaknya memberikan perhatian serius untuk memulihkan lima kampung yang kerap menjadi sasaran narkoba melalui program Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba).
"Kami berupaya mewujudkan kampung-kampung tersebut menjadi Kampung Bersinar (Bersih dari Narkoba). Upaya ini tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga memerlukan rehabilitasi, pemberdayaan ekonomi, dan dukungan pemerintah daerah agar masyarakat memiliki alternatif mata pencaharian yang lebih baik," ungkapnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Kapolda mengharapkan dukungan dari DPRD Provinsi Riau, jajaran Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan, melestarikan lingkungan, memberantas narkoba, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan.
Saya juga membuka ruang komunikasi dan diskusi, baik secara formal maupun informal. Apabila terdapat persoalan yang perlu dikoordinasikan, silakan disampaikan kepada saya maupun pejabat terkait di Polda Riau. Saya percaya bahwa komunikasi yang baik akan membantu kita menemukan solusi dan memperkuat sinergi. Pada akhirnya, tujuan kita sama, yaitu menjadikan Provinsi Riau semakin aman, tertib, maju, dan sejahtera. Sebagaimana semangat yang kita junjung bersama, Salam Polisi, Polisi Bersama Masyarakat," pungkasnya.