Lebih lanjut, Ezra membeberkan dugaan kronologi peretasan email Betrand. Menurutnya, terdapat kejanggalan dalam sistem verifikasi ganda atau double verification yang baru diketahui setelah sejumlah data pribadi kliennya bocor.
Ia menjelaskan, ketika email dimasukkan ke perangkat, seharusnya diketahui alamat email yang digunakan untuk proses verifikasi kedua.
"Di waktu saat berita acara klarifikasi, itu kan ada handphone. Dimasukkan email, sudah jadi, ada double verification. Dan itu seharusnya diketahui, double verification-nya pakai email apa," jelas Ezra.
Namun, dalam penelusuran tersebut, pihaknya menemukan dugaan adanya email lain yang terhubung dengan sistem verifikasi akun Betrand.