"Nah, yang berjalan tiba-tiba itu tidak diketahui email verifikasi one-step atau two-step verification-nya. Nah, itulah yang baru diketahui oleh klien kita. Ketika data-data yang lain tiba-tiba terambil, nah email siapa yang nyangkut? Ada orang yang masuk, siapa? Ya, yang kita pahami hanya satu email, ternyata ada dua emailnya," lanjutnya.

Terkait perkembangan pemeriksaan, Ezra memastikan Betrand dan Ruben Onsu telah dipanggil secara bersamaan oleh penyidik pada pekan lalu. Betrand sendiri disebut mendapatkan sekitar 30 pertanyaan dalam pemeriksaan klarifikasi tersebut.

"Paling banyak mungkin ya, karena kan memang korbannya adalah dari pihak BP," tambahnya.