Sementara itu, Direktur Utama PT Telkom Landmark Tower (TLT) Suratman buka suara soal kabar Gedung Merah Putih yang bakal ditempati BGN. Ia menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan optimalisasi aset yang merupakan bagian dari tanggung jawab TLT sebagai perusahaan pengelola properti di lingkungan TelkomGroup. Program tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi aset yang dikelola.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari program konsolidasi dan efisiensi ruang kerja yang memang sudah berjalan di lingkungan TelkomGroup. Seluruh proses perencanaan dan pelaksanaannya dilakukan secara terukur dan bertahap. Kami memastikan bahwa program ini tidak akan mengganggu kelancaran operasional layanan kami kepada pelanggan, serta tidak akan berdampak pada hubungan kerja karyawan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima NadiKabar.com, Kamis (3/9/2026).
Suratman menjelaskan bahwa pihaknya juga berkomitmen penuh untuk menjaga kepastian dan keberlangsungan kegiatan para tenant yang saat ini berada di gedung-gedung milik Telkom.
"Setiap proses akan dilakukan secara tertib, transparan, dan sesuai dengan tata kelola perusahaan. Untuk setiap potensi kerja sama dengan pihak manapun, termasuk dengan instansi pemerintah, kami pastikan akan mengikuti seluruh prosedur dan regulasi yang berlaku," katanya.