NADIKABAR.COM β Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono atau Mas Dar memastikan keterbukaan terhadap temuan faktual Ombudsman Republik Indonesia (RI) terkait penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai masukan penting bagi proses pembenahan program.
Menurutnya, temuan dari lapangan tersebut menjadi dasar bagi BGN untuk mengevaluasi berbagai persoalan sekaligus memperbaiki tata kelola MBG secara menyeluruh karena penyelenggaraan program berskala nasional ini membutuhkan mekanisme pengawasan dan evaluasi yang kuat.
βIntinya, kami siap mem-follow up (menindaklanjuti). Kami siap untuk semua rekomendasi kalau ada temuan faktual di lapangan, misalnya satu atau dua dapurnya tidak benar, orangnya tidak benar, apapun itu, kami siap untuk menindaklanjuti," ujar Mas Dar di Jakarta, Selasa.
Oleh karena itu, BGN terus membuka ruang bagi berbagai masukan, baik yang datang dari masyarakat maupun lembaga negara yang memiliki fungsi pengawasan.
BGN juga tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG, sehingga pengawasan yang dilakukan Ombudsman memiliki arti penting karena menghasilkan temuan yang berasal dari kondisi faktual. Bagi BGN, fakta di lapangan merupakan salah satu dasar penting dalam menentukan langkah perbaikan.
"Kalau dengan Ombudsman, ini adalah lembaga pemerintah. Temuannya faktual, apakah itu pengaduan, termasuk juga melakukan investigasi. Menurut saya, ini sangat membantu kami," katanya.
Saat ini, BGN juga menerima berbagai pengaduan melalui sejumlah kanal yang mencakup beragam persoalan dalam penyelenggaraan MBG, termasuk yang berkaitan dengan mitra, yayasan, insentif, maupun persoalan lainnya.
"BGN menerima banyak sekali masukan. Kami juga menerima pengaduan melalui email, PO Box, termasuk melalui saluran WhatsApp dan banyak saluran. Banyak persoalan yang masuk, mulai dari terkait mitra, yayasan, insentif, dan lain sebagainya. Yang penting, masukan-masukan ini kami terima," ucap Mas Dar.
Menurutnya, keterbukaan terhadap pengaduan tidak semata-mata bertujuan menyelesaikan persoalan yang muncul satu per satu. Lebih dari itu, setiap temuan perlu dianalisis untuk menemukan akar persoalan dan menghasilkan perbaikan tata kelola yang dapat diterapkan secara lebih luas.
"Kami memang sedang melakukan perbaikan tata kelola. Tata kelola sistemnya, orangnya, pengawasannya, kemudian juga bagaimana kita menindaklanjuti pengaduan. Kita perbaiki semua," tuturnya.
Mas Dar menekankan pentingnya mengolah temuan-temuan Ombudsman menjadi pembelajaran yang dapat memperkuat sistem secara keseluruhan untuk mencegah persoalan serupa terulang kembali.
Melalui pertukaran informasi dan sinergi dengan Ombudsman RI, pengawasan, kajian, serta tindak lanjut atas rekomendasi, BGN berkomitmen memastikan setiap masukan yang bersifat faktual dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan penyelenggaraan program.