Menurutnya, MBG dapat menjadi ruang untuk menghubungkan para petani dengan pembeli. Bahan pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memang didorong untuk menyerap produk dari petani, UMKM, koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), peternak, hingga pelaku usaha lokal.

"Jadi harapannya anak-anak mendapatkan makanan bergizi, petani punya pasar, dan uang yang berputar dari program ini ikut menggerakkan ekonomi desa. Kalau kebunnya tumbuh, pasarnya ada, kalau pasarnya ada, petani punya alasan untuk terus menanam," ucap Mas Dar.