"Itu untuk memastikan kualitas makan masih di golden time (waktu emas) dan pelaksanaannya juga terus kami pantau secara berkelanjutan guna memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) ditaati dengan benar," ucap Tysa.
Tysa menambahkan BGN juga saat ini tengah menjalankan percontohan atau piloting MBG prasmanan di 66 titik. Dalam rangka perbaikan tata kelola MBG, BGN juga telah memerintahkan seluruh SPPG di Indonesia agar menghubungkan CCTV di dapur masing-masing ke pusat sehingga dapat dipantau secara real-time.
"CCTV seluruh dapur akan terkoneksi ke pusat untuk memantau apakah SOP di tiap dapur dijalankan atau tidak, selain itu dari segi komunikasi pun kami perbaiki lebih intensif, baik komunikasi publik maupun antar-lembaga," ucap Tysa.