“Sejak kita menginisiasi QRIS, kemudian BI-FAST, itu luar biasa perkembangannya, sehingga kami menempatkannya di dalam blueprint sistem pembayaran kami, blueprint sistem pembayaran 2030,” kata Gubernur BI.

Transformasi dari sistem pembayaran sendiri menyasar tiga hal, yakni transaksi harus cepat, mudah, murah, berkualitas, dan dapat dipercaya; lalu industri yang sehat dan saling terhubung, dan infrastruktur yang memiliki sistem aman, andal, dan siap menghadapi kebutuhan ekonomi di masa depan.

Dalam upaya menjadikan sistem pembayaran sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, BI berkomitmen untuk menyatukan infrastruktur digital nasional, menghubungkan sektor usaha, sektor keuangan, dan pemerintah, serta membangun standar yang memungkinkan seluruh ekosistem terkoneksi dan berbicara dalam bahasa yang sama.

Beberapa area yang menjadi fokus BI ke depan mencakup penguatan infrastruktur pembayaran ritel dan wholesale melalui BI-FAST dan BI-RTGS Generasi III, serta infrastruktur data untuk mendukung transaksi yang semakin efisien, andal, dan terintegrasi.