Area berikutnya adalah penguatan industri terutama dalam aspek kapabilitas sumber daya manusia, manajemen risiko, keandalan infrastruktur teknologi informasi dan pengawasan, agar sistem pembayaran Indonesia semakin aman dan tangguh.

Ketiga yaitu konsistensi dalam mendorong berbagai inovasi pembayaran digital seperti QRIS dan Kartu Kredit Indonesia (KKI), serta inovasi untuk memperluas akseptasi masyarakat yang didukung penguatan literasi dan perlindungan konsumen.

Selanjutnya ialah memperluas konektivitas internasional di antaranya melalui QRIS antar negara dan interkoneksi infrastruktur fast payment ritel melalui Nexus.

β€œTransformasi ekonomi dan keuangan digital bukan hanya sekedar tentang mengadopsi teknologi baru. Transformasi ekonomi keuangan digital pada akhirnya adalah tentang manusia, tentang bagaimana teknologi dapat memudahkan kehidupan kita sehari-hari, membuka akses bagi lebih banyak pelaku usaha, dan juga menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat seluruh Indonesia,” ungkap Destry.