"Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri, pemanfaatan pembayaran digital diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi DIY yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, kata dia, terkait inflasi, pada Agustus 2026 inflasi DIY mencapai 3,07 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Juli 2026 sebesar 2,54 persen secara tahunan,
Berdasarkan kota, Indeks harga konsumen (IHK) Yogyakarta pada Agustus mengalami inflasi bulanan sebesar 0,24 persen, atau secara tahunan mencapai 3,29 persen. Sedangkan Gunungkidul mengalami inflasi 0,28 persen sehingga inflasi tahunan mencapai 2,87 persen.
"Inflasi DIY secara tahunan masih dalam rentang sasaran inflasi nasional. Terkendalinya inflasi didukung upaya TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) dalam menjaga kestabilan inflasi dalam koridor 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif)," katanya.