Capaian tersebut didukung penguatan peran dealer utama PUVA, peningkatan kompetensi dan integritas pelaku pasar, serta pengembangan infrastruktur untuk mendukung transaksi yang lebih efisien dan aman.
Memasuki 2027, BI bersama APUVINDO akan mengakselerasi implementasi BPPU 2030 melalui empat prioritas strategis, yaitu pengembangan pasar uang, pengembangan pasar valas, penguatan pelaku pasar, dan pengembangan infrastruktur pasar keuangan.
Pengembangan pasar uang difokuskan pada penguatan Surat Berharga Komersial (SBK) sebagai alternatif pembiayaan sektor riil, perluasan penggunaan INDONIA sebagai referensi suku bunga berbagai produk keuangan, serta peningkatan likuiditas Overnight Index Swap (OIS) untuk mendukung pembentukan suku bunga yang lebih efisien.
Upaya tersebut didukung perluasan basis investor dan peningkatan aktivitas transaksi di pasar sekunder.
Kemudian, pengembangan pasar valas dilakukan melalui perluasan akses lindung nilai dan penguatan konektivitas pasar domestik dengan pasar global.
Optimalisasi transaksi pasar valas untuk lindung nilai melalui bank mitra (VASTRA) diarahkan untuk mempermudah akses lindung nilai bagi investor global, meningkatkan daya tarik aset Rupiah, serta mendukung aliran investasi portofolio berkelanjutan.
Sementara itu, penguatan ekosistem Renminbi, termasuk pengembangan Renminbi Clearing Bank, ditujukan untuk meningkatkan likuiditas dan efisiensi transaksi Renminbi-Rupiah serta mendukung implementasi local currency transaction (LCT) IndonesiaβTiongkok.