Untuk itu, ia menilai keberagaman produk lokal, mulai dari tenun hingga kopi dan kuliner, memiliki potensi ekonomi yang perlu dikembangkan secara optimal.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Reghi Perdana mengatakan peningkatan kapasitas produksi UMKM perlu berjalan beriringan dengan kemampuan membaca kebutuhan konsumen, memenuhi standar kualitas, dan membangun hubungan berkelanjutan dengan pembeli serta mitra usaha.

"Kita ingin UMKM tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mampu membaca kebutuhan pasar, menghasilkan produk yang berkualitas, dan terhubung dengan rantai pasok. Untuk itu, akses pasar harus menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM," ujarnya.