Menurut Reghi, terbukanya akses kepada pembeli, pembiayaan, pasar ekspor, dan rantai pasok diperlukan agar peningkatan kualitas produk dapat berujung pada transaksi dan pertumbuhan usaha.

Ia mengatakan penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan produksi, tetapi juga perlu memastikan produk yang dihasilkan memiliki jalur menuju pasar dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan, Kementerian UMKM berharap semakin banyak produk UMKM NTT yang mampu memenuhi standar dan kebutuhan konsumen, masuk ke rantai pasok yang lebih luas, serta memiliki daya saing di pasar nasional maupun global.