Untuk mewujudkan target-target tersebut, kata dia, pemerintah harus membuat kebijakan yang tidak hanya berbasis kondisi terkini melainkan juga dikombinasikan dengan kajian serta riset agar mampu menjawab tantangan sekaligus peluang.
"Pemahaman perlu dilengkapi riset dan analisis ilmiah yang kuat, agar rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya relevan, tetapi juga objektif, terukur dan dapat diimplementasikan," ujarnya.
Sementara untuk menggabungkan pemahaman kondisi terkini dan riset dalam rangka membuat suatu kebijakan, Ibrahim menekankan langkah ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, lembaga riset serta dunia usaha.
Oleh sebab itu, BI Jatim berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Surabaya untuk menerima 559 karya ilmiah pada 2026 yang dihimpun dalam The 13th East Java Economic (EJAVEC) Forum 2026.