Perkembangan inflasi inti tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang tetap terjaga di tengah masih tingginya harga komoditas global. Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah biaya kuliah akademi/perguruan tinggi.

Secara tahunan, inflasi inti pada September 2026 tercatat sebesar 2,84 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,92 persen (yoy).

Inflasi inti secara tahunan ini antara lain banyak disumbang oleh komoditas emas perhiasan sejalan dengan kenaikan harga emas dunia.

Selanjutnya, kelompok volatile food pada September 2026 mengalami inflasi sebesar 1,46 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,88 persen (mtm).

Inflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras, seiring penurunan produksi di beberapa daerah sentra terutama akibat gangguan cuaca, serta kenaikan biaya input produksi.