Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 5,03 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 4,06 persen (yoy).
Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali, didukung oleh sinergi erat pengendalian inflasi Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID, serta implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), termasuk antisipasi dampak gangguan cuaca ekstrem (El Nino) terhadap harga bahan pangan.
Sementara itu, kelompok administered prices pada September 2026 mengalami inflasi yang rendah mendekati 0 persen (mtm), sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi pada bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi sebesar 0,33 persen (mtm).
Inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh bensin dan solar seiring peningkatan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada September 2026 di tengah penurunan tarif angkutan udara.
Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 3,25 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,32 persen (yoy).