Ia mengatakan kebijakan tersebut dibutuhkan untuk menambah supply dolar AS yang pada akhirnya dapat mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.

Menurutnya, semakin lama investor menempatkan dananya melalui swap maupun DNDF, maka semakin besar insentif yang diberikan. Untuk tenor hingga satu tahun, misalnya, BI memberikan insentif yang lebih besar sebagai bentuk pengurangan biaya hedging.

Destry menambahkan bahwa BI secara khusus ingin mendorong penggunaan DNDF karena transaksi tersebut memungkinkan investor menjual dolar AS sehingga menambah supply dolar AS di pasar. Oleh karena itu, insentif DNDF diberikan lebih besar dibandingkan swap.

“Jadi ini prinsip higher for longer. Makin dia longer taruh di kita, kita akan memberikan insentif yang juga lebih tinggi,” kata Destry.