"Jadi yang yang kita enggak boleh terlalu leha-leha. Keuangannya khususnya. Keuangan syariah itu kita PR-nya masih banyak sekali, karena kita di itu ketat, sehingga produk keuangan syariah memang menjadi sangat terbatas," ujarnya.
Indonesia yang memiliki skor 96, kata Destry, masih di bawah negara-negara seperti Malaysia yang mendapat skor mencapai 186,1 dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sehingga membuatnya menjadi peringkat pertama dunia.
Selain Malaysia, terdapat pula United Arab Emirates (UAE) dengan skor 137,5 dan Arab Saudi dengan skor 107,9.
"Jujur saja ranking empat ini sebenarnya penurunan dari ranking tiga dulu. Kita turun akhirnya bukan di fashion-nya, bukan di produk halalnya, tapi untuk hal lainnya," ujar Destry.