Destry pun menyoroti langkah sejumlah negara ASEAN seperti Filipina dan Thailand yang mulai membidik posisi sebagai pusat keuangan syariah meskipun bukan negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Ia menuturkan kedua negara tersebut melihat nilai ekonomi syariah yang dinilai menarik bagi investor global sehingga ingin menjadi pusat keuangan syariah dunia.

Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia secara lebih universal dengan berpegang pada prinsip inklusivitas, keberlanjutan, dan keadilan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Mari kita bersama-sama mengembangkan ekonomi keuangan syariah ini dengan melihat dengan lebih universal lagi, karena ini adalah suatu suatu model kegiatan yang sangat baik sekali dan dia akan sangat terbuka. Inklusif itu definitif harus kita pegang, kemudian sustainable, dan otomatis fairness," kata Destry.