Ia mengatakan bank sentral berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan terus mengoptimalkan seluruh instrumen moneter.

Bank sentral juga memperkuat kebijakan insentif guna meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing, sekaligus mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA).

Insentif tersebut tidak hanya diberikan untuk instrumen swap dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) beli lindung nilai konvensional kepada BI, tetapi juga untuk transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction) dengan negara mitra agar imbal hasil aset rupiah tetap menarik bagi investor.