Surat berharga yang diterbitkan SMF dan SMI dapat direpokan kepada BI sehingga diharapkan turut memperdalam pasar uang bagi kedua instrumen tersebut.

Langkah tersebut dilakukan di tengah tantangan eksternal berupa penguatan dolar AS terhadap mata uang dunia.

Destry mengatakan kondisi tersebut dipicu oleh tren suku bunga tinggi bank sentral Amerika Serikat alias The Fed.

The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen pada 16 September 2026 waktu AS. BI memperkirakan The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya sekali lagi pada triwulan IV 2026.

Menurut dia, kenaikan suku bunga The Fed turut mendorong penguatan dolar AS terhadap mata uang lainnya. Ini tercermin dari indeks dolar AS (DXY) yang tercatat mencapai 101,11, sedangkan indeks dolar terhadap mata uang negara Asia mencapai 96,26.

Penguatan dolar AS tersebut juga berdampak terhadap aliran modal di negara berkembang. Arus modal yang sebelumnya berada di negara-negara berkembang kembali beralih ke negara maju.