Melalui operasi moneter pro-market, BI tidak hanya mengelola likuiditas, suku bunga, dan nilai tukar, tetapi juga mendorong aktivitas transaksi di pasar keuangan, yang kemudian mendukung kegiatan ekonomi di sektor riil.
Sejalan dengan pengembangan ekosistem pasar keuangan yang semakin terintegrasi, perluasan underlying ini diharapkan dapat terus berkembang, mendorong transaksi pasar sekunder, memperkuat pembentukan harga, dan pada akhirnya mendukung pembiayaan bagi sektor riil, termasuk perumahan dan infrastruktur.
Sementara itu Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga perekonomian Indonesia dan memperkuat kredibilitas kebijakan di mata investor.
“Kami di Kementerian Keuangan, bersama LPS dan Danantara selaku sovereign wealth fund, akan terus menjaga perekonomian Indonesia dan membangun kredibilitas kebijakan bagi seluruh investor, di manapun mereka berada,” kata Suahasil.
Menurut catatan BI, lelang repo perdana dengan underlying obligasi dan sukuk korporasi PT SMI pada 28 September 2026 mencapai Rp60 miliar.