Sementara itu sejak diluncurkan pada 10 November 2025 hingga 30 September 2026, total transaksi repo operasi moneter dengan underlying obligasi dan sukuk korporasi PT SMF telah mencapai Rp1,25 triliun.

BI mencatat kebijakan ini juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas di pasar keuangan, tercermin dari peningkatan volume transaksi surat berharga PT SMF di pasar sekunder dari rata-rata Rp31,9 miliar per hari pada Oktober 2025 menjadi Rp179,9 miliar per hari pada akhir Agustus 2026.

Pada periode yang sama kepemilikan bank atas obligasi PT SMF meningkat 18 persen dari Rp8,69 triliun menjadi Rp10,22 triliun.

Menurut BI, perkembangan tersebut menunjukkan respons positif pasar yang perlu terus didorong untuk mendukung pendalaman pasar keuangan di Indonesia.