Selain RMB Clearing Bank, BI juga mengembangkan transaksi pasar valas untuk lindung nilai melalui bank mitra (Vastra) sebagai framework atau kerangka baru untuk memudahkan investor portofolio berinvestasi di Indonesia.

Vastra melibatkan tiga elemen utama, yaitu bank domestik yang disebut domestic partner bank, bank luar negeri atau overseas partner bank, serta investor global yang disebut registered global investor.

Melalui Vastra, investor global dapat terhubung dengan bank domestik melalui overseas bank sehingga diharapkan dapat memudahkan investor dalam melakukan transaksi di Indonesia.

β€œYang lebih penting lagi adalah pertama kali ini mereka melakukan kegiatan, itu semua akan di-register di Bank Indonesia. Artinya ke depannya, transaksi-transaksi di kemudian hari tidak memerlukan underlying transaction. Jadi ini memudahkan portofolio investor masuk ke Indonesia,” kata Thomas.

Saat ini, Vastra baru mencakup instrumen Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan Sukuk Bank Indonesia (SukBI). Namun, menurut Thomas, BI telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan berharap pada tahun depan cakupan Vastra dapat diperluas ke pasar modal, termasuk investor ekuitas.

β€œJadi ini adalah suatu jalur baru yang memudahkan portfolio investors masuk ke dalam Indonesia dan ini adalah suatu inovasi yang baru,” kata Thomas.