"Ini kita lihat kecenderungannya, ketika nilai tukar tertekan, itu ini meningkat pembeliannya. Sehingga bagian dari pengelolaan sisi demand, kemudian threshold-nya kita turunkan secara bertahap, dari US$ 100.000 turun US$ 50.000, turun US$ 25.000, sekarang US$ 10.000," beber ia.
Ia memastikan akan terus memonitor perkembangan transaksi pembelian valas dengan batasan tersebut. Selai Selain membatasi pembelian valas, pihaknya juga mendorong diversifikasi melalui skema Local Currency Transactions (LCT) dengan berbagai negara mitra.
Melalui kerja sama bilateral dengan sejumlah negara mitra, transaksi perdagangan internasional maupun investasi tidak lagi sepenuhnya harus bergantung pada dolar Amerika Serikat (USD).