"Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan yield obligasi," lanjut Erwin menjelaskan dalam keterangan resminya, Selasa (29/9/2026).
Secara umum, Bank Indonesia juga menilai pergerakan Rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan regional, dengan pelemahan terbatas secara quarter-to-date (qtd) sebesar 0,67%. Sementara itu, cadangan devisa tercatat meningkat ke level USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026.
BI akan tetap hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai fundamentalnya.