"Korban awalnya memberontak, tapi karena beda tenaga. Pelaku akhirnya dapat memperkosa korban," tuturnya.

Aksi memilukan ini ternyata terus berulang selama satu tahun terakhir. Selama itu pula, korban hidup di bawah bayang-bayang ancaman agar tidak membocorkan perbuatan ayahnya kepada siapa pun.

Keberanian korban akhirnya muncul karena sudah tidak tahan dengan penderitaan yang dialaminya. Ia sempat mengadu kepada ibunya melalui sambungan telepon, namun sang ibu awalnya meragukan pengakuan tersebut.

"Awalnya korban melapor ke ibunya. Namun sang ibu sempat tak percaya, lantaran sebelum berangkat pun pelaku dan ibunya tak berhubungan badan dalam waktu lama. Kemudian korban menceritakan aksi pemerkosaan itu pada tetangganya, akhirnya korban dibawa ke rumah kakeknya kemudian aksi tersebut dilaporkan ke kepolisian," kata Encep.