Namun, biaya berlangganan yang saat ini masih sekitar Rp300 ribu dinilai menunjukkan adanya ruang untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas infrastruktur jaringan.
"Jadi kita punya target untuk 100 Mbps paling tidak bisa bayar cuma Rp100 ribu karena saat ini ongkos untuk langganan internet di Indonesia itu menurut data dari ITU itu masih tinggi," jelasnya.
Perluasan fixed broadband tidak hanya ditujukan untuk menurunkan harga, tetapi juga meningkatkan pilihan akses internet bagi masyarakat. Dengan semakin luasnya jaringan internet tetap, masyarakat diharapkan memiliki alternatif koneksi selain internet seluler, khususnya di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi dan biaya konektivitas yang masih mahal.
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya mengatasi kesenjangan akses internet di wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi secara memadai.
Nezar menyebut cakupan jaringan 4G saat ini telah mencapai sekitar 97% wilayah berpenghuni. Meski demikian, masih ada sejumlah kawasan dengan populasi relatif kecil yang belum mendapatkan akses infrastruktur telekomunikasi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah memasukkan kewajiban pembangunan jaringan di wilayah yang membutuhkan konektivitas ke dalam kebijakan lelang spektrum frekuensi. Dengan demikian, operator yang memenangkan lelang tidak hanya diharapkan meningkatkan kapasitas jaringan di kawasan yang sudah terlayani, tetapi juga memperluas akses ke daerah yang masih tertinggal.