"Kita mewajibkan semua pemenang-pemenang spektrum untuk pembangunan koneksi 4G maupun 5G untuk memperhatikan daerah-daerah ini," ungkap Nezar.

Selain memperluas jaringan 4G dan internet tetap, Komdigi turut mendorong percepatan pengembangan jaringan 5G. Nezar menyebut penetrasi 5G di Indonesia masih berada di kisaran 8,5%, sehingga pengembangannya perlu ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas dan mendukung pemanfaatan teknologi digital.

"Kita menginginkan itu bisa ditingkatkan dan juga untuk memperkuat konektivitas di daerah-daerah yang populasinya padat tetapi ongkosnya masih mahal," katanya.

Nezar menegaskan, perluasan internet tetap dan pengembangan jaringan seluler harus berjalan beriringan. Pemerataan konektivitas, menurutnya, bukan hanya soal seberapa luas wilayah yang terjangkau jaringan, melainkan juga kualitas layanan dan kemampuan masyarakat membayar biaya berlangganan.

"Kita berharap ini bisa ditingkatkan sampai sekitar 50-an persen, sehingga dengan fixed broadband kita bisa mendapatkan keuntungan aksesibilitas yang lebih luas, termasuk di sini untuk memenuhi inklusivitas, sehingga semua elemen masyarakat bisa menikmati dan mengakses jaringan ini dengan murah," pungkasnya.