Tak cuma di jantung, jarum-jarum yang bersarang di dinding kandung kemih pasien bahkan sudah mulai diselimuti kerak menyerupai batu ginjal.
Mengingat tingginya risiko pendarahan hebat (intractable hemorrhage) dan kebocoran saluran kencing, tim bedah akhirnya memutuskan untuk mendahulukan operasi pengangkatan jarum di jantung terlebih dahulu. Itu dilakukan sebelum mengeksekusi jarum-jarum di area kandung kemih.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti bagaimana puluhan jarum tersebut bisa masuk ke dalam tubuh sang pasien. Tetapi, tim medis menduga hal tersebut berkaitan dengan aksi menyakiti diri sendiri secara sengaja yang dikenal dengan istilah 'self-embedding behavior'.
Kondisi 'self-embedding' biasanya berkaitan erat dengan gangguan kesehatan mental atau masalah psikologis tertentu, seperti skizofrenia atau depresi berat. Dugaan ini makin kuat mengingat dua tahun lalu, pasien tersebut juga pernah menjalani operasi pengangkatan dua benda mirip jarum dari dalam perutnya.
Dokter menyebut kasus jarum yang menembus jantung tanpa memicu gejala khas kardiovaskular sangatlah langka dan sulit terdiagnosis (clinically occult). Organ jantung bahkan bisa tetap berdetak normal tanpa keluhan hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun, sebelum pasien akhirnya menyadari bahaya yang mengintip.