PHP versi 8.1 dan lebih lama yang berpotensi terdampak, serta telah berstatus end-of-life (EOL) atau tidak lagi mendapat dukungan resmi.
Lebih lanjut, BSSN turut mengungkap langkah mitigasi untuk menangani kasus tersebut, di antaranya sebagai berikut.
Dalam pernyataan berbeda, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengimbau para pemilik dan pengelola website untuk tidak menunda pembaruan PHP.
Komdigi menyebut pengelola sistem perlu memprioritaskan pembaruan pada instalasi PHP yang terdampak.
"Pengelola sistem diimbau memprioritaskan pembaruan pada instalasi PHP yang terdampak. Tindakan utama untuk menutup kedua kerentanan ini adalah memasang security update yang sesuai; perubahan konfigurasi saja tidak memberikan perlindungan menyeluruh," kata Komdigi dalam keterangannya, Kamis (22/10).