Meski demikian, Gates memperingatkan pemerintah dan masyarakat belum cukup siap menghadapi pesatnya perkembangan teknologi tersebut. Ia mendorong pengawasan pemerintah yang lebih kuat serta penerapan perlindungan teknis untuk mengantisipasi risiko AI, termasuk serangan siber dan ancaman biologis.
Menurut Gates, perusahaan pengembang AI tidak bisa menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab mengelola risiko tersebut. Pemerintah dan masyarakat juga perlu terlibat dalam menentukan bagaimana teknologi dikembangkan dan digunakan.
Ia memperingatkan bahwa, bahkan dalam skenario terbaik sekalipun, perkembangan AI dapat membawa salah satu periode paling penuh gejolak dalam sejarah manusia.
"Saya tidak suka menjadi pembawa kabar yang mengkhawatirkan mengenai hal ini, tetapi akan lebih buruk jika tidak memberi tahu orang-orang bahwa ini akan terjadi. Kita sebagai manusia punya pilihan tentang bagaimana membentuknya," ujar Gates.
Peringatan tersebut menegaskan bahwa masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang diciptakan, tetapi juga oleh keputusan manusia dalam mengelola dampaknya terhadap ekonomi, pekerjaan, dan kehidupan sosial.