"Hanya karena sinyal ekonomi menunjukkan bahwa penggunaan AI akan menekan biaya, bukan berarti masyarakat harus melakukannya," katanya.

Gates sebelumnya telah memperingatkan bahwa AI dan robotika berpotensi melenyapkan pekerjaan kantoran (pekerja kerah putih). Dalam sebuah esai sepanjang hampir 6.000 kata yang diterbitkannya pada bulan Agustus, ia menyebutkan pekerjaan kantoran sudah mulai terdampak secara moderat. Dia memperkirakan pekerjaan sektor buruh (pekerja kerah biru) pun akan segera mengalami hal serupa.

Meskipun Gates menyatakan pengembangan robot fisik masih tertinggal dibandingkan sistem kecerdasan buatan (AI), ia berpendapat banyak orang meremehkan seberapa cepat robot berbentuk manusia (humanoid) akan mampu mengejar ketertinggalan tersebut.

Dalam esainya, Gates pun mengusulkan pengenaan pajak terhadap penggunaan AI. Menurutnya, ini dapat sedikit memperlambat peralihan dari tenaga kerja manusia serta mengumpulkan dana untuk pelatihan ulang dan jaring pengaman sosial yang lebih kuat.

Gates bukan satu-satunya pihak yang berpendapat bahwa pesatnya perkembangan AI memerlukan pendekatan baru dalam hal perpajakan. CEO Anthropic Dario Amodei telah menyerukan kebijakan pajak yang serupa -- bahkan lebih tegas -- yang mungkin ditujukan bagi perusahaan-perusahaan AI.