"Punya kemampuan administratif, manajerial yang andal, dan beradaptasi dengan berbagai macam tuntutan. Hampir semua pemimpin-pemimpin partai seperti itu," tambahnya.
Lebih lanjut, Bima menilai, pembahasan mengenai dinamika politik dan kepemimpinan tidak dapat berhenti pada tingkat nasional. Dalam konteks otonomi daerah dan desentralisasi, kapasitas kepemimpinan di tingkat lokal juga menjadi faktor penting dalam menentukan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah perlu disertai pembinaan yang mampu memperkuat kapasitas kepala daerah dan jajaran birokrasi. Tanpa upaya tersebut, besarnya kewenangan yang dimiliki daerah tidak serta-merta menjamin tercapainya pemerintahan yang efektif.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas kepemimpinan daerah tidak cukup dilakukan melalui bimbingan teknis, pelatihan, atau pendampingan. Upaya tersebut perlu dibangun secara menyeluruh, mulai dari proses pembentukan dan kaderisasi pemimpin politik hingga pengembangan kapasitas aparatur pemerintahan.