CEO 23 Century Medical Group, Dr. Angelina Tiah Shy Yng, mengatakan bahwa perkembangan dunia medis semakin mengarah pada terapi yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan gejala, tetapi juga pada upaya untuk memperbaiki, memulihkan, dan meningkatkan fungsi biologis.
“Masa depan dunia medis bergerak menuju terapi yang tidak hanya berfokus pada penanganan gejala, tetapi juga pada pemahaman tentang bagaimana kita dapat memperbaiki, memulihkan, dan meningkatkan fungsi biologis tubuh. Penjajakan dengan Bio Farma membuka peluang untuk memahami kebutuhan dan persyaratan di Indonesia terkait produk berbasis sel punca dan sekretom, serta memory-like natural killer cells. Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal untuk mempelajari peluang pengembangan kapabilitas lokal dengan mengutamakan bukti ilmiah, mutu, keselamatan pasien, dan kepatuhan terhadap ketentuan regulasi,” ujar Dr. Angelina.
Terapi seluler dan pengobatan regeneratif merupakan bagian dari perkembangan kedokteran modern yang memanfaatkan sel dan produk biologis turunannya untuk mendukung upaya perbaikan, pemulihan, atau peningkatan fungsi biologis.
Kolaborasi dengan 23 Century Medical Group ini menjadi bagian dari arah transformasi Bio Farma untuk memperluas kompetensi dan portofolio di bidang life science dan kesehatan, sekaligus terus memperkuat kemampuan utamanya dalam vaksin dan produk biologis. Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, Bio Farma menjalankan transformasi yang menekankan penguatan tata kelola, riset, inovasi, dan daya saing. Pengembangan kapabilitas tersebut diarahkan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat serta mendukung ketahanan kesehatan nasional.
Melalui pengembangan kapabilitas tersebut, Bio Farma menargetkan peran yang semakin besar dalam ekosistem life science nasional, sekaligus mendukung ketahanan dan kemandirian kesehatan Indonesia di tengah perkembangan teknologi kesehatan global yang semakin cepat.