CEO perusahaan intelijen blockchain Arkham Miguel Morel mengatakan data menunjukkan miliaran dolar aset tampaknya telah dicuri dari Binance oleh pihak yang belum diketahui. Namun, penyebab pasti insiden tersebut belum dikonfirmasi.

Perusahaan analitik blockchain Chainalysis menyebut dugaan peretasan itu berpotensi menjadi salah satu pencurian aset kripto terbesar yang pernah terjadi.

Insiden tersebut menambah daftar pencurian aset digital di industri kripto. Peneliti TRM Labs mencatat pelaku serangan mencuri aset kripto senilai US$2,9 miliar melalui hampir 150 serangan sepanjang tahun lalu. Pada September lalu, bursa kripto Bitget juga melaporkan sekitar US$350 juta aset kripto dicuri dari platformnya.

Binance sendiri memiliki dana perlindungan aset pengguna atau Secure Asset Fund for Users (SAFU), yang seluruhnya disimpan dalam bentuk bitcoin untuk melindungi aset pengguna jika terjadi pelanggaran keamanan.

Berdasarkan laporan tahunan 2024, Binance memiliki lebih dari 335 juta pengguna terdaftar dan mengelola aset sekitar US$160 miliar.

Sementara itu, Binance.US dan Coinbase menyatakan tidak terdampak oleh insiden keamanan tersebut.