"Yang menarik bukan hanya besarnya arus masuk, tetapi konsistensinya ketika harga bitcoin sedang mengalami tekanan. Ini menunjukkan bahwa pergerakan harga jangka pendek dan arus dana ke ETF tidak selalu bergerak searah, serta perlu melihat bitcoin dalam horizon yang lebih panjang, alih-alih bereaksi terhadap pergerakan harian," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).
Di tengah kuatnya arus dana ETF, lanjutnya, perhatian pasar berikutnya tertuju pada rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang akan menjadi acuan sebelum keputusan The Fed. Producer Price Index (PPI) dijadwalkan dirilis pada 10 September, disusul Consumer Price Index (CPI) pada 11 September. Setelah itu, Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15-16 September 2026, yang dinilai akan menjadi salah satu katalis utama.
Berdasarkan ekspektasi pasar saat ini, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) mencapai 58,4%, sementara peluang suku bunga tetap berada di 41,6%. Ekspektasi tersebut turut dipengaruhi data tenaga kerja Agustus yang menunjukkan penambahan 162.000 lapangan kerja dengan tingkat pengangguran sebesar 4,1%. Namun, arah ekspektasi pasar masih dapat berubah, seiring dirilisnya data inflasi sebelum pertemuan FOMC.