"Arus dana ETF menjadi salah satu indikator bahwa permintaan terhadap Bitcoin kembali menguat. Ketika peningkatan permintaan tersebut berjalan bersamaan dengan kenaikan harga, momentum pasar menjadi lebih kuat. Namun, pergerakannya tetap perlu dibaca bersama kondisi makro, likuiditas, aktivitas pasar, dan sentimen investor secara keseluruhan," beber Aloysia.
Di tengah kenaikan tersebut, sentimen pasar juga telah berada pada area optimistis. Ia menyebut kondisi seperti ini dapat membuka peluang, namun sekaligus meningkatkan risiko volatilitas apabila investor dan trader mulai terlalu agresif mengejar harga.
Aloysia menilai momentum ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi investor dan trader untuk tetap menyesuaikan strategi dengan tujuan dan profil risiko masing-masing. Trader jangka pendek dapat mengevaluasi ukuran posisi dan batas risiko, sementara investor yang berorientasi jangka panjang dapat mempertimbangkan pendekatan bertahap agar keputusan tidak semata didorong oleh kenaikan harga.
"Momentum bullish tidak selalu bergerak dalam satu arah. Fokus investor sebaiknya bukan mengejar harga atau menebak titik tertinggi, tetapi memahami faktor yang menggerakkan pasar dan memiliki rencana menghadapi berbagai skenario," tambah Aloysia.