NADIKABAR.COM — Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku terus mengakselerasi produk unggulan daerah, khususnya komoditas perikanan, agar mampu memenuhi standar negara tujuan dan menembus pasar global.
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Jumat mengatakan, potensi perikanan Maluku yang besar perlu didorong melalui penguatan kualitas, sertifikasi, serta pengawasan agar produk daerah semakin berdaya saing di pasar internasional.
"Potensi perikanan di Maluku sangat besar dan turut mendorong nilai ekspor. Karena itu, kami terus memastikan komoditas yang dilalulintaskan dan diekspor memenuhi persyaratan negara tujuan," kata dia.
Ia mengatakan nilai ekspor komoditas perikanan Maluku pada 2025 mencapai Rp885,64 miliar. Sementara hingga Agustus 2026, nilai ekspor komoditas tersebut telah mencapai Rp881,59 miliar atau tumbuh 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut dia, sejumlah unit pengolahan ikan di Maluku telah berkontribusi terhadap ekspor berbagai komoditas perikanan, di antaranya udang vaname, tuna beku, dan kerapu hidup.
Beberapa pelaku usaha tersebut antara lain PT Wahana Lestari Investama yang mengekspor udang vaname, PT Maluku Prima Makmur dan PT Aneka Sumber Tata Bahari yang mengekspor tuna beku, serta PT Rajawali Timur dan sejumlah perusahaan lainnya yang mengekspor kerapu hidup.