NADIKABAR.COM — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Nasional/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menyoroti sejumlah isu kependudukan dan kesehatan dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan (KKSK) Triwulan III Tahun 2026.

Adapun isu yang dibahas meliputi kesehatan mental remaja, penanganan aging population, penurunan stunting, hingga penguatan program KB pascapersalinan untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas.

"34,9 persen remaja kita mengalami masalah mental, tapi gangguan mentalnya sudah 1 dari 20 (Data Indonesia National Adolescent Mental Health Survey/I-NAMHS tahun 2022). Agak lumayan dan ini saya akan konsisten karena ini jumlahnya banyak dan merekalah yang besok-besok menggantikan kita-kita ini," jelas Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).

Hal tersebut disampaikan Wihaji dalam sambutannya pada rapat tersebut, Selasa (6/10).

Kemendukbangga/BKKBN turut berkontribusi dalam membangun ekosistem yang mendukung ketahanan remaja dengan support system (konselor) sebaya melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) melalui jalur pendidikan, termasuk di Sekolah Rakyat, serta jalur masyarakat. Selain itu, dukungan juga dilakukan melalui Forum Genre Indonesia yang tersebar di 34 provinsi dan 382 kabupaten/kota.

Selain kesehatan mental remaja, Wihaji juga mengapresiasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan program lainnya oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai salah satu upaya dalam merawat para lansia atau aging population. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, proporsi penduduk berusia 60 tahun ke atas telah mencapai 11,97 persen.