Ichsan menyampaikan bahwa investasi menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, realisasi investasi hingga triwulan III 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun, meningkat 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi berkontribusi sebesar Rp154,4 triliun.

Menurut Ichsan, investasi pada infrastruktur konektivitas dan transportasi menjadi salah satu fokus pemerintah karena dapat meningkatkan efisiensi pergerakan orang dan barang, menekan biaya logistik, membuka akses ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Terminal Tipe A Purabaya memiliki kebutuhan investasi mencapai Rp780,4 miliar yang berdiri di atas lahan seluas 12 hektare dengan masa kerja sama selama 30 tahun, serta menawarkan tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR) sebesar 13,33 persen.