Sementara itu, Terminal Tipe A Betan Subing yang berada di Provinsi Lampung merupakan simpul transportasi yang menghubungkan aktivitas ekonomi di wilayah Sumatera bagian selatan.

Terminal seluas 5,48 hektare tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp397,3 miliar, dengan masa kerja sama selama 20 tahun dan nilai IRR sebesar 12,52 persen.

Melalui kegiatan market sounding, BKPM mengharapkan masukan, pandangan, dan minat dari investor serta pelaku usaha untuk menyempurnakan kajian, struktur proyek, dan dokumen pengadaan agar kedua proyek tersebut semakin menarik bagi calon mitra usaha.