NADIKABAR.COM β€” Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong investasi sektor transportasi melalui market sounding proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Terminal Tipe A Purabaya di Jawa Timur dan Terminal Tipe A Betan Subing di Lampung.

β€œKegiatan market sounding ini dapat terselenggara atas kerja sama yang baik antara Kantor Bersama KPBU dan Kementerian Perhubungan selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK). Kami harap melalui kegiatan ini, para calon investor memperoleh gambaran awal proyek, struktur proyek, dan alokasi risiko,” ujar Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Ichsan Zulkarnaen sebagaimana keterangan resminya di Jakarta, Rabu.

Kegiatan yang diselenggarakan bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Selasa (20/10).

Ia menjelaskan, penjajakan pasar merupakan tahapan penting dalam penyiapan proyek pengembangan kedua terminal tersebut sekaligus menjadi bagian dari peran BKPM dalam Kantor Bersama KPBU untuk mempromosikan proyek yang siap ditawarkan kepada investor.

Ichsan menyampaikan bahwa investasi menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara itu, realisasi investasi hingga triwulan III 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun, meningkat 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi berkontribusi sebesar Rp154,4 triliun.

Menurut Ichsan, investasi pada infrastruktur konektivitas dan transportasi menjadi salah satu fokus pemerintah karena dapat meningkatkan efisiensi pergerakan orang dan barang, menekan biaya logistik, membuka akses ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Terminal Tipe A Purabaya memiliki kebutuhan investasi mencapai Rp780,4 miliar yang berdiri di atas lahan seluas 12 hektare dengan masa kerja sama selama 30 tahun, serta menawarkan tingkat pengembalian investasi atau Internal Rate of Return (IRR) sebesar 13,33 persen.

Sementara itu, Terminal Tipe A Betan Subing yang berada di Provinsi Lampung merupakan simpul transportasi yang menghubungkan aktivitas ekonomi di wilayah Sumatera bagian selatan.

Terminal seluas 5,48 hektare tersebut diperkirakan membutuhkan investasi sebesar Rp397,3 miliar, dengan masa kerja sama selama 20 tahun dan nilai IRR sebesar 12,52 persen.

Melalui kegiatan market sounding, BKPM mengharapkan masukan, pandangan, dan minat dari investor serta pelaku usaha untuk menyempurnakan kajian, struktur proyek, dan dokumen pengadaan agar kedua proyek tersebut semakin menarik bagi calon mitra usaha.