Saat ini, BKSDA Jambi masih menunggu satu hasil uji laboratorium lanjutan dari Balai Veteriner Bukittinggi yang diperkirakan keluar dalam waktu dekat.

Hasil dari Balai Veteriner Bukittinggi tersebut nantinya akan disandingkan dengan hasil laboratorium dari Bogor.

"Kami belum bisa menyebutkan jenis zatnya demi kepentingan penyelidikan agar tidak menghilangkan barang bukti," ujarnya.