Pemeriksaan awal di lapangan menunjukkan satwa langka terancam punah ini mengalami dehidrasi ringan serta penurunan daya tahan tubuh akibat kekurangan nutrisi.
"Pemberian cairan rehidrasi, vitamin, serta penanganan suhu tubuh menjadi fokus utama medis guna memulihkan stabilitas fisiknya," ujar Ari.
BKSDA Kaltim berkoordinasi bersama pusat rehabilitasi satwa untuk memastikan lokasi perawatan lanjutan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang orangutan.
Proses karantina dan observasi kesehatan dilakukan guna memantau perkembangan fungsi organ tubuh serta pola konsumsi makanan harian satwa.
"Setelah melalui tahap pemeriksaan dan dinyatakan bebas penyakit menular, ia akan dipersiapkan untuk bergabung dengan bayi orangutan lainnya dalam proses rehabilitasi dan sekolah hutan," tutur Ari.